Thursday, April 22, 2010

Misteri Kerajaan Sriwijaya Terus Dikaji

Misteri Kerajaan Sriwijaya Terus Dikaji

Selasa, 24 Februari 2009 | 11:14 WIB
Pagaralam, Sumsel, Selasa--Kota Pagaralam di Sumatera Selatan (Sumsel) yang dikenal dengan wilayah "Besemah" merupakan daerah yang banyak memiliki peninggalan sejarah, dan kuat dugaan punya hubungan dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya di masa kejayaannya dulu.

Sejumlah dinas teknis dan para ahli sejarah dan kebudayaan nasional, menurut informasi pihak Pemda Kota Pagaralam, Selasa, terus berupaya menggali misteri keberadaan peninggalan Sriwijaya di Pagaralam dan wilayah Sumsel itu.

Di antara sejumlah peninggalan peradaban masa lalu tersebut, meliputi batu-batu besar aktivitas kebudayaan megalitik, kuburan batu, ruang batu, arca, batu upak, dolmen, menhir, dan sejumlah pahatan tipis yang terdapat di batu-batu tersebar keberadaan di wilayah tersebut.

Diperkirakan masih cukup banyak lokasi dengan menyimpan peninggalan bersejarah di Pagaralam yang belum terungkap, seperti Rimba Candi di Kelurahan Cadi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, dan bangunan di Bukit Raje Mandare di perbatan Pagaralam dengan Bengkulu.

Semua itu, menurut para ahli sebelumnya, merupakan alasan kuat dilakukan pengkajian secara mendetail tetang bukti sejarah yang terdapat di Kota Pagaralam dalam mengungkap pusat Kerajaan Sriwijaya yang hingga kini masih menjadi misteri.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam, Drs H Syafrudin MSi, didampingi Sekretaris Drs Supawi Cikman, menyatakan bahwa pengungkapan sejarah tetang pusat Kerajaan Sriwijaya akan dipaparkan melalui Seminar Nasional tentang kebudayaan Besemah ini akan berlangsung mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2009.

Seminar itu akan mengundang sejumlah ahli dan para pejabat penting, seperti gubernur dan raja di Jawa dan Bali.

Pembicara yang diundang, antara lain Drs H Djazuli Kuris MM, Walikota Pagaralam, Raja Ida Tjokorda Ngurah Djambe Pemecutan (Raja Denpasar IX), Muslihun, Djohan Hanafiah, Drs H Hidayat Harun, Prof Dr Noerhadi Magetsari, Dr Agus Aris Munandar, Yose Rizal SS Msi, dan Dr Haris Sukendar.

"Untuk saat ini sudah cukup banyak ditemukan benda bersejarah di Kota Pagaralam seperti batu tulis, kuburan batu, patung kepala merah, tempayan air. Ini baru sebagian kecil yang menyusul ditemukan setelah ratusan benda bersejarah di Kota Pagaralam lainnya," kata Syafrudin.

Diharapkan, dengan berbagai penemuan tersebut dapat dijadikan sebagai landasan awal dalam mengungkap kerajaan Sriwijaya, ujar dia lagi.

Dia menyatakan, bukan hanya melalui Seminar Nasional Peradaban Besemah sebagai Pendahulu Kerajaan Sriwijaya itu saja akan dilakukan pengkajian secara lebih detail, tapi sebagai bahan acuan hasil penelitian ahli megalitik Belanda ANJ Th Van der Hoop yang cukup meguatkan, dengan ditemukan berbagai benda bersejarah di wilayah Besemah pada zaman dahulu untuk membuktikan daerah ini merupakan era awal sejarah terjadi.

Bukti tersebut dapat dijadikan sebagai titik pangkal peradaban megalitik yang kemudian berkembang di daerah Sumatera dan Jawa.

"Kalau menyinggung soal penemuan berbagai benda bersejarah di daerah lain, seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, termasuk Palembang memang cukup banyak yang ditemukan," ujar dia pula.

Namun bila dibandingkan dengan yang berada di daerah Besemah masih sebagian kecil terungkap termasuk di hutan Rimba Candid dan Bukit Raje Mandare, kata dia pula.

Seminar nasional itu, akan dipusatkan di Gedung Serba Guna Sekolah Model Gunung Gare, Pagaralam.

Walikota Pagaralam Drs H Djazuli Kuris MM mengatakan, selama ini masih terjadi simpangsiur dan saling klaim tentang keberadaan pusat kerajaan Sriwijaya yang sesungguhnya.

Padahal di wilayah Besemah, lanjut dia, cukup banyak bukti dan dari sejumlah hasil penelitian pakar sejarah juga mengungkapkan jika di Tanah Besemah itu kaya akan peninggalan megalitik atau benda bersejarah yang menjadi bukti kejayaan masa lalu, sebelum peradaban megalitik tersebut baru berkembang di wilayah Sumatera yang lain termasuk Pulau jawa.

"Ahli sejarah sudah membuktikan jika di wilayah Besemah merupakan awal dari era sejarah, hal ini dibuktikan dengan cukup banyak penemuan benda-benda bersejarah zaman megalit, seperti arca dan berbagai benda bersejarah lainnya. Sampai saat ini bukti-bukti tersebut semakin banyak terungkap, seperti penemuan berupa batu tulis, arca kepala merah, guci tempayan, dan lainnya baru-baru ini," ujar Djazuli lagi.

Djazuli menambahkan, sebetulnya kejelasan sejarah harus diungkap demi mendukung kemajuan sejarah di Indonesia dan Sumsel khususnya.

Dia menyatakan, sampai saat ini masih cukup banyak peninggalan sejarah yang belum dapat diungkap, seperti di daerah Rimba Candi dan Bukit Raje Mandare.



sumber KOMPAS.com